Jumat, 21 September 2012

Gua Waitomo Glowworm (Selandia Baru)




Terletak di Pulau Utara Selandia Baru, gua ini dinamakan sesuai dengan sejenis cacing yang banyak dijumpai dalam gua tersebut. Cacing tersebut adalah Luminosa Arachnocampa yang hanya ditemukan di Selandia Baru. Memiliki ukuran rata-rata sebesar nyamuk, larva glowworm yang bergantungan di langit-langit gua ini akan memancarkan cahaya terang. Yang menarik adalah bahwa larva yang lapar dikatakan akan bersinar lebih terang. Ribuan larva yang bersinar memberikan panorama langit di malam hari. Cahaya biru yang dipancarkan larva tersebut sebenarnya adalah sebuah reaksi kimia yang berlangsung dalam sebuah kapsul khusus dalam ekornya. Formasi batu kapur di dalam gua dikatakan terbentuk ketika wilayah itu masih berada di bawah laut sekitar 30 juta tahun lalu.

Gua Phong Nha (Vietnam)




Gua Phong Nha adalah gua terbesar dan paling indah di Vietnam dan merupakan situs Warisan Dunia UNESCO. Gua ini memiliki panjang 7729 m, yang berisikan 14 gua-gua kecil, dengan sungai bawah tanah sepanjang 13.969 m dan dipenuhi dengan stalaktit dan stalagmit yang sangat berlimpah. Sungai ini memiliki pasir terluas dan tercantik, mengandung banyak formasi batuan menarik dari dunia.

Gua Harrison (Barbados)





Gua Harrison dikatakan sebagai salah satu keajaiban dunia karena keindahannya yang luar biasa dan formasi stalaktit dan stalagmitnya yang sangat indah. Ditemukan di kepulauan Karibia, Barbados, gua ini merupakan satu-satunya gua di dunia dimana air ditemukan bersama dengan formasi kristal berwarna. Dibentuk oleh erosi air melalui batu kapur, gua ini dipenuhi dengan ruangan yang besar, danau, sungai dan juga air terjun.

Chocolate Hills





Chocolate Hills adalah formasi geologi yang tidak biasa yang terdiri dari setidaknya 1.268 gundukan yang tersebar di seluruh pulau Bohol di Filipina. Formasi geologi ini memiliki bentuk yang hampir simetris dan berukuran hampir sama yang berkisar dari 30 sampai 50 meter tingginya dan tertutupi oleh rumput hijau. Selama musim kemarau, rumput berubah warna menjadi coklat sehingga bukit-bukit ini pun dinamakan dengan Chocolate Hills. Para ahli geologi belum mencapai kesepakatan tentang bagaimana bukit-bukit ini terbentuk. Salah satu teori menyatakan bahwa Chocolate Hills adalah formasi batuan yang mengalami pelapukan dari jenis batu kapur laut di atas lapisan tanah liat yang kedap air.

Batu Shilin



Shilin, yang berarti "Hutan Batu" dalam bahasa China, adalah formasi batuan karst yang terletak di barat daya Cina. Tonjolan batu ini mirip dengan stalagmit yang ada di sebuah gua. Batu-batu ini dianggap telah terbentuk sejak 270 juta tahun yang lalu. Dimana dulunya daerah ini adalah dasar laut dan aliran air menciptakan bentuk-bentuk batuan seperti ini. "Hutan Batu" ini menerima lebih dari 2 juta pengunjung setiap tahunnya.

Kota Pinggir Tebing Acapulco





Acapulco adalah kota resort Meksiko yang terkenal sejak tahun 1950-an sebagai tempat liburan untuk para bintang Hollywood dan para milyarder. Namun, kota ini tetap menjadi tujuan wisata populer bagi orang Meksiko dan sebagai tujuan liburan musim semi di kalangan mahasiswa perguruan tinggi AS. Tidak lengkap rasanya berkunjung ke Acapulco tanpa menonton penyelam melakukan lompatan mengesankan dari atas tebing ke dalam air dangkal yang tentu sangat berbahaya. Para penyelam seperti ini telah melakukan hal tersebut sejak tahun 1930-an, meskipun hari ini hal tersebut hanya dilakukan oleh para penyelam profesional.

Pohon Penjara Boab





Pohon ini terletak di luar kota Derby, di Australia Barat. Pohon Penjara Boab ini dinamakan demikian karena batangnya yang memiliki keliling 14 meter, telah dipotong untuk membentuk sebuah ruangan kecil yang digunakan sebagai penjara. Polisi yang membawa tawanan mereka ke kota akan menggunakan pohon ini sebagai sel tahanan sementara salama bermalam sebelum melanjutkan perjalanan mereka. Pohon ini diperkirakan berusia sekitar 1500 tahun